Anak Muda

Anak Muda
Berita  

Ketua DPD APPSI Kabupaten Simalungun Dorong Pedagang dan Pelaku UMKM di Simalungun Berinovasi*

SIMALUNGUN – SOLIDNEWS.ID – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Simalungun, *Sepri Ijon Maujana Saragih, S.H., M.H.*, mendorong seluruh pedagang pasar tradisional dan pelaku UMKM di Kabupaten Simalungun untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di era digital.

Dorongan tersebut disampaikannya sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dengan tema nasional *”Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”*.

Menurut Sepri Ijon, tiga nilai dalam tema tersebut harus menjadi semangat baru bagi pedagang pasar.

“Pedagang harus patriotik dengan mencintai produk daerah, gigih menghadapi tantangan harga dan persaingan, serta berempati kepada pembeli dan sesama pedagang. Kuncinya sekarang adalah inovasi, jangan hanya menunggu pembeli datang, tapi jemput bola dengan promosi online dan pelayanan yang lebih baik,” ujar Sepri Ijon, Selasa (28/10/2026).

Ia menegaskan DPD APPSI Simalungun akan terus hadir mendampingi pedagang, mulai dari advokasi, pelatihan pemasaran digital, fasilitasi akses permodalan, hingga mendorong penataan pasar tradisional agar lebih bersih, tertib, dan nyaman.

*Pedagang Apresiasi Kehadiran APPSI*

Kehadiran APPSI di Simalungun mendapat apresiasi dari pedagang pasar tradisional. Salah satunya datang dari *Ranto Sianturi*, salah satu pedagang di *Pasar Tigadolok*.

Menurut Ranto, sejak APPSI aktif di Kabupaten Simalungun, para pedagang merasa memiliki wadah untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi.

“Dulu kami bingung mau mengadu ke mana kalau ada masalah di pasar. Sejak ada APPSI di Simalungun, kami merasa diperhatikan. APPSI sering turun ke pasar, mendengarkan keluhan kami, membantu jembatani dengan pemerintah,” kata Ranto.

Ia berharap keberadaan APPSI dapat terus menjaga eksistensi pasar tradisional di tengah gempuran ritel modern dan marketplace online.

“Kami pedagang Pasar Tigadolok berharap APPSI terus ada dan berjuang untuk kami. Pasar tradisional ini adalah sumber kehidupan kami. Kalau pasarnya ramai, tertata, dan dibantu promosi, kami pedagang kecil bisa tetap hidup dan bersaing. Kami butuh APPSI untuk menjaga pasar tradisional tetap ada,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sepri Ijon menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan pedagang pasar tradisional.

“Testimoni dari Pak Ranto Sianturi di Pasar Tigadolok ini menjadi motivasi bagi kami. APPSI lahir untuk pedagang. Kami akan pastikan suara pedagang Pasar Tigadolok dan seluruh pasar tradisional di Simalungun didengar oleh pemerintah. Pasar tradisional harus tetap menjadi urat nadi ekonomi rakyat,” tutup Sepri Ijon.( Red/S.N)